kuping kiri

Jagakali Art Festival VII Dihadiri Aktivis dari Sejumlah Negara

Jagakali Art Festival VII Dihadiri Aktivis dari Sejumlah Negara

Cirebonplus.com (C+) – Pembukaan even Jagakali Art Festival yang ke-7 di Bantaran Sungai Kalipacit, Kota Cirebon dihadiri sejumlah tamu undangan dari aktivis sejumlah negara, Jumat (19/10).

Jagakali Art Festival merupakan agenda rutin tahunan. Pertama kali digelar tahun 2006 silam di berbagai bantaran sungai yang ada di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon hingga Kuningan.

Penjabat Walikota Cirebon, Dr Dedi Taufik MSi mengapresiasi kegiatan Jagakali Art Festival ke-7 yang mampu mengundang tamu dari 8 negara untuk datang ke Kota Cirebon. Dia menuturkan kegiatan yang didukung puluhan seniman dan komunitas ini sejalan dengan keinginan Pemkot Cirebon di sektor pariwisata.

“Jika kali (sungai) bersih tentu akan lebih menarik apalagi bisa jadi daya tarik wisata,” kata dia.

Dedi mengungkapkan, filosofi Jagakali Art Festival sudahlah jelas, untuk mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Pada kesempatan kali ini, orang nomor satu di Kota Cirebon itu juga membuat sebuah gubahan lagu dengan judul Jagalah Kali.

“Selain sebagai bentuk kampanye kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga menampilkan potensi seni dan kreativitas komunitas,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Pendiri Festival Jaga Kali Internasional Art, Niko Brul Permadi menyatakan dari kegiatan ini diharapkan ada dukungan pemerintah untuk turut memperindah kali yang telah dikunjungi sehingga masyarakat semakin nyaman.

“Setelah Jagakali Art Festival ini kami harapkan masyarakat juga tetap bisa menjadi kebersihan kali,” kata dia.

Ratu Raja Arimbi Nurtina dari Keraton Kanoman menambahkan tema Jagakali Art Festival yang ke-7 yaitu Tamba yang artinya adalah solusi untuk permasalahan yang ada di masyarakat termasuk masalah lingkungan.

“Konsep Tamba ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk solusi segala permasalahan yang dihadapi,” tambahnya. (Ril/C+2)

Related posts