Home Headline Jaman Jabar Desak Jokowi Tak Ragu Reshuffle Menteri Berkinerja Buruk

Jaman Jabar Desak Jokowi Tak Ragu Reshuffle Menteri Berkinerja Buruk

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah di hadapan para menterinya. Yang dipersoalkan adalah kinerja bawahannya, puncaknya terkait langkah menghadapi pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Bahkan, Jokowi menyampaikan ancaman reshuffle terhadap menteri dan kepala lembaga yang berkinerja buruk.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Yuda Khaidar Nawawi SH ikut bersuara terkait sikap Presiden Jokowi terhadap kinerja kabinetnya. Menurutnya, masyarakat memiliki espektasi lebih terhadap kabinet kerja di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi.

Masyarakat, kata dia, membayangkan kabinet kali ini sebagai dream team, karena sudah ada rekonsiliasasi kubu 01 dan 02 usai Pilpres 2019 yang cukup menyita tenaga hingga nyawa anggota Jaman. Seharusnya tidak ada lagi penghalang di pemerintahan, parlemen maupun di lapangan untuk mewujudkan  visi misi Indonesia Maju.

Sejauh ini, pihaknya melihat tidak ada gebrakan yang spektakuler kecuali kegaduhan kontraproduktif yang dilakukan para menteri kabinet yang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Ia mencontohkan Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Pertahanan dan Keamanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMN, Menteri Perekonomian, kepala Staf Presiden dan beberapa menteri lainnya.

“Berbeda dengan jilid pertama, banyak sekali kejutan yang menjadi new hope bangsa ini mengejar berbagai ketertinggalan. Bahkan di situasi yang serba sulit dan kritis seperti masa pandemik Covid-19 ini tidak ada satu pun terobosan maju untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Padahal ancaman krisis sudah di depan mata. Jika dibiarkan berlarut-larut akan semakin membahayakan bangsa dan negara,” ujar pemuda asal Kuningan itu kepada CirebonPlus, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut ia menyampaikan, sejak awal pembentukan Kabinet Kerja Jilid II, Jaman meragukan kapasitas dan kapabilitas nama-nama beberapa personelnya. 

Pihaknya juga menyayangkan Sekretariat Presiden yang baru mengunggah video berisi arahan presiden  dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta pada tanggal 18 Juni 2020. “Kenapa baru dipublikasikan setelag 10 hari?  Apa sebenarnya yang ditutup-tutupi?” tanya dia.

Dikatakan, apa yang disampaikan Jokowi menyiratkan bahwa kerja kabinet datar, tak punya akselerasi, hampir tidak terlihat  kerja keras dan kerja cerdasnya. Bahkan cenderung membuat kegaduhan dalam setiap kebijakan serta, tidak mampu bekerja maksimal yg bisa dilihat dari serapan anggaran, terobosan untuk memperbaiki situasi politik, sosial dan ekonomi dan tidak maksimal dalam penanganannya secara langsung ke rakyat.

Selaku ketua DPD Jaman Jawa Barat, Yuda mendesak Presiden Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet demi menyelamatkan rakyat Indonesia. Terutama terhadap para menteri dan ketua/kepala lembaga yang tidak bagus performanya, lambat, dan tidak mampu bertindak di situasi kritis. 

“Tentunya Jaman sebagai relawan sudah pasti selalu setia mengawal visi misi Indonesia Maju. Kami sangat berharap Bapak Jokowi tidak ragu. Bertindaklah dengan tegas dan pasti sesuai hak prerogatifnya,” tegas dia. (Irwan)

Foto: Istimewa

Related Articles