Home Headline Rekom Wabup Cirebon untuk Ayu dan Handi Wiyono?

Rekom Wabup Cirebon untuk Ayu dan Handi Wiyono?

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Mutasi pejabat eselon II telah digelar. Pos-pos jabatan strategis yang kosong ditinggal pensiun pendahulunya, kini telah terisi. Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sebelumnya “pincang” kini kembali normal.

Satu lagi pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai, yaitu mengisi jabatan wakil bupati (wabup) pendamping Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg. Informasi yang dihimpun CirebonPlus, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menurunkan satu nama yang direkomendasikan sebagai calon wakil bupati (cawabup).

Mengejutkan, nama yang muncul adalah Hj Wahyu Tjiptaningsih, istri eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, narapidana korupsi kasus jual beli jabatan yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2018 lalu. Kabarnya, rekomendasi untuk Ayu, sapaan sudah berada di Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Cirebon.

Bahkan informasi yang diterima CirebonPlus, nama pendamping Wahyu Tjiptaningsih untuk diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon sudah ditentukan dalam rapat pengurus DPC. Nama yang muncul adalah politisi senior yang juga Wakil Ketua I Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Handi Wiyono.

“Dari DPP sudah turun atas nama Wahyu Tjiptaningsih. Ketentuannya adalah, DPC diberikan kewenangan untuk menentukan minimal satu nama untuk, sehingga menjadi dua sebelum diajukan dan dipilih oleh dewan,” ujar salahsatu politisi PDIP seraya mengatakan, DPC sudah menggelar rapat dan memilih nama Handi Wiyono untuk “ditarungkan” di gedung dewan.

Saat dikonfirmasi CirebonPlus, Bupati Imron yang juga ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon tak membantah kabar tersebut. Yang pasti menurutnya, setelah cela-cela kekosongan posisi strategis birokrasi ditutup melalui mutasi, tugas selanjutnya adalah mengisi posisi wakil bupati.

Ente weruan sih (kamu tahuan sih). Saya sih memang pengennya cepat ada pendamping agar bisa berbagi tugas,” ungkap dia seraya membenarkan bahwa teknisnya memang DPP menentukan satu nama dan DPC diberi kewenangan untuk menentukan satu nama lagi. Namun, ia memastikan tidak akan diajukan pada saat ini di mana semua sedang fokus bahu membahu “memerangi” virus Corona. (Dewo)

Related Articles