kuping kiri

Kang Aziz: Hari Santri Milik Bangsa, Semua Elemen Bisa Memperingatinya

Kang Aziz: Hari Santri Milik Bangsa, Semua Elemen Bisa Memperingatinya

Cirebonplus.com (C+) – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tanggal 22 Oktober telah ditetapkan menjadi hari besar nasional sejak tahun 2015. Ini artinya HSN tidak hanya milik warga NU, tetapi juga semua elemen bangsa, termasuk pemerintah.

“Karena itu peringatan HSN akan melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari pemerintah daerah, sekolah, kalangan pelajar, perusahaan-perusahaan, pesantren, dan masyarakat umum,” ujar Dewan Pembina Pondok Pesantren Assalafie Babakan, Ciwaringin, Cirebon ini kepada cirebonplus.com, Rabu (20/9).

Menurutnya, peran pemerintah dibutuhkan dalam peringatan HSN setiap tahunnya. Bentuknya bisa beragam, mulai dari persembahan khusus dalam bentuk program yang bermanfaat bagi para santri, hingga menyokong anggaran pelaksanaan HSN yang diselenggarakan di berbagai tempat.

Berdasarkan informasi dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), di sejumlah kecamatan sudah ada kemitraan strategis antara MWC NU kecamatan dengan pemerintah steempat setempat dan elemen lainnya. Selain dalam bentuk penganggaran plaksanakan peringatan HSN tingkat kecamatan, juga dalam bentuk gotong royong keterlibatan berbagai pihak untuk menyukseskan berbagai acara.

“Untuk penganggaran, ada yang merupakan hasil kreativitas pengurus MWC sendiri. Ada juga perjuangan anggota dewan yang mengusulkan dalam forum-forum reses atau musrenbang tingkat kecamatan. Meskipun pola seperti itu baru beberapa MWC, tetapi mulai menunjukkan adanya rasa memiliki HSN dari berbagai elemen,” papar pria yang akrab disapa Kang Aziz ini.

Sebelumnya, PCNU Kabupaten Cirebon me-launching rangkaian kegiatan HSN. Secara simbolis launching ditandai dengan penyerahan pataka bendera NU dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi kepada Ketua Panitia HSN Rd Mohammad Al Bana.

Penyerahan pataka menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan HSN 2018 tingkat Kabupaten Cirebon, baik yang diselenggarakan PCNU, lembaga-lembaga NU, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) di semua kecamatan. Hadir dalam seremoni launching Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi, Ketua Panitia HSN 2018 Rd Mohammad Al Bana, Bendahara Panitia HSN Ahmad Nasihin, dan Ketua MWC NU Kecamatan Susukanlebak yang juga penanggung jawab panitia lokal H Apud Syihabudin.

Ketua Panitia HSN 2018, Rd Mohammad Al Bana mengatakan banyak kegiatan yang diselenggarakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cirebon untuk menyemarakkan HSN.

“Setidaknya ada tiga kelompok kegiatan di tingkat struktural, pertama yang menjadi domain PCNU, kedua kegiatan lembaga-lembaga NU, dan ketiga yang diselenggarakan di tingkat MWC,” kata dia seraya mengatakan, kultural waarga NU juga ikut mengadakan berbagai kegiatan.

Untuk tingkat cabang, lanjut dia, ada tiga kegiatan utama antara lain ziarah dan napak tilas tokoh dan ulama utama dalam penyebaran Islam dan perjuangan merebut kemerdekaan. Diawali dengan ziarah ke maqbaroh Sunan Gunung Jati, dilanjutkan ke maqbaroh Almaghfurlah KH Amin Sepuh dan KH Solihin (Babakan Ciwaringan), ke maqbaroh Almaghfurlah KH Abdul Halim (Leuwimunding, Majalengka), dan terakhir ke maqbaroh Almaghfurlah KH Abbas (Buntet Pesantren).

“Kegiatan ini diadakan 18 Oktober 2018. Selain akan diikuti para pengurus PCNU, kegiatan ini juga akan melibatkan lembaga-lembaga, perwakilan badan otonom (banom), MWC NU, dan partisipan warga NU,” ujarnya.

Kegiatan yang kedua, karnaval HSN 2018 dan parade drum band pada tanggal 21 Oktober mulai pukul 13.30 hingga selesai yang akan diselenggarakan di Kecamatan Losari. Untuk start dari Terminal Panggangsari dan finish di lapangan Panggangsari.

Kegiatan puncak, sambung dia, diadakan pagelaran musik santri dan tablig akbar pada tanggal 28 Oktober. Diawali pagi hari festival hadrah, HSN Expo 2018, penampilan musik Debu bakda magrib, dan dilanjutkan tablig akbar. (*)

Laporan: Kustano A

Related posts