Home Headline Sebulan di Ruang Isolasi, Pasien Positif Corona di Cirebon Terbantu Layanan Konseling

Sebulan di Ruang Isolasi, Pasien Positif Corona di Cirebon Terbantu Layanan Konseling

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Senin (6/4/2020) adalah hari ke-30 Riki Rachman (29) Permana berada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati. Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal Kabupaten Cirebon ini belum diperbolehkan pulang, meski beberapa minggu kondisinya sudah sangat membaik secara fisik, tak lagi demam.

“Saya belum bisa pulang Mas, masih di rumah sakit (RS) menunggu hasil uji swab yang keenam, “ ujar Riki saat ditanya kabar oleh CirebonPlus, Senin (6/4/2020).

CirebonPlus langsung ingat pernyataan salahsatu jurtu bicara Gugus Tugas Covid-19 yang menyampaikan  bahwa yang bersangkut pernah dinyatakan negatif, namun kembali positif. Padahal banyak pihak, utamanya, ahli medis yang menyampaikan bahwa yang pernah sembuh atau berstatus negatif (sembuh) setelah pernah positif, daya imunnya akan kebal dari kemungkinan serangan virus Corona berikutnya.

“Dari lima kali tes swab, tanggal 9 Maret positif, 10 Maret, 14 Maret negatif, 18 Maret positif lagi, dan tanggal 24 Maret 2020 masih positif. Saya lagi nunggu hasil tes swab keenam,” beber pria yang bekerja di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten ini.

Saat berdiskusi melalui WhatsApp, Riki juga memiliki pemahaman yang sama dari info banyak pihak bahwa kemungkinannya sangat kecil untuk kembali positif setelah dinyatakan negatif (sembuh) di swab ketiga. Karena itu, ia meragukan kalau swab ketiga hasilnya negatif.

Dikatakan, dokter yang menanganinya juga ragu tentang hasil swab ketiga. Hal itu setelah melihat hasil swab berikutnya dua kali positif lagi. Diperkirakan ada tindakan pengambilan sampel yang kurang tepat. “Mungkin faktor human error atau petugasnya kurang terampil,” sambung dia.

Riki kembali menegaskan bahwa sudah beberapa pekan kondisinya membaik, infus dilepas, dan tak muncul lagi gejala-gejala Covid-19. Ia memastikan bahwa saat ini kondisi fisiknya sehat.

“Sudah tidak ada sama sekali keluhan, sedari awal kan memang tidak ada batuk. Gejala saya kan hanya demam saja,” lanjut Riki.

Lebih lanjut Riki mengaku terbantu dengan layanan lain di luar penanganan medis, yakni pelayanan konseling dan psikolog. Hal itu sangat membantunya untuk menghindari kebosanan atau stressing di ruang isolasi.

“Ada layanan konseling dan psikolog, lumayan membantu Mas,” tandas dia seraya mengaku bersyukur semua anggota keluarga yang berinteraksi dengannya sudah dites dan hasilnya semua negatif. (Dewo)

Ilustrasi: Net

Related Articles