kuping kiri

60% Lahan Pertanian di Lojikobong Gagal Panen, Petani Menjerit

60% Lahan Pertanian di Lojikobong Gagal Panen, Petani Menjerit

Cirebonplus.com (C+)– Para petani Desa Lojikobong, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka kurang beruntung. Musim kemarau tahun ini lahan pertanian mereka, terutama tanaman padi, mengalami gagal panen.

Hal itu disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Lojikulon. Ia mengatakan, 60 persen lahan pertanian di desanya, khususnya padi tidak bisa dipanen. Akibatnya, para petani merugi, karena biaya produksi yang dikeluarkan hilang begitu saja.

Menurutnya, lahan pertanian di Kecamatan Sumberjaya, yang paling rawan gagal panen adalah di Lojikobong. Terutama karena letak geografis yang paling ujung atau di hilir aliran air irigasi.

“Lojikobong berada di bagian paling utara dan desa paling jauh di Kecamatan Sumberjaya. Sehingga pengairan dari irigasi kurang maksimal. Air sudah habis dulu teresap dan mengalir di lahan pertanian desa dan kecamatan lain di wilayah selatan,” beber dia.

Para petani Lojikobong memang telah melakukan antisipasi dengan mengambil air dengan sistem sedot pipa sumur pantek menggunakan mesin pompa air atau diesel. Tetapi sumur-sumur pantek tersebut juga banyak yang tidak keluar air.

“Penyedotan air yang kedalamannya lebih dari 30 meter tidak diperbolehkan. Pasalnya dikhawatirkan yang keluar justru gas dari dalam bumi,” lanjut sekdes saat di hadapan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC) saat penyerahan peserta KPM oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) H Abdul Khozim MA MPd, Kamis (25/7).

Selain masalah air di musim kemarau, masalah pertanian di Lojikobong adalah kurangnya buruh tani atau masyarakat yang memanen saat panen tiba. Banyak di antara masyarakat, terutama kaum muda memilih bekerja menjadi karyawan di pabrik, ketimbang bertani. (*)

Laporan: Ibrohim (Mahasiswa Semester VI KPI-B IAI BBC)

Related posts