Home Headline Masjid Raya Attaqwa Tetap Gelar Tarawih, Yani Pastikan Patuhi Protokol Covid-19

Masjid Raya Attaqwa Tetap Gelar Tarawih, Yani Pastikan Patuhi Protokol Covid-19

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Jumlah kasus Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) terus meningkat, baik tingkat nasional maupun lokal Kota Cirebon. Itu artinya, belum aja kebijakan untuk mengurangi kebijakan pembatasan, termasuk aktivitas ibadah di Masjid Raya Attaqwa.

Ketua Attaqwa Centre Kota Cirebon, H Ahmad Yani El Muchtary MAg mengatakan, secara prinsip pihaknya masih mengikuti kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui Surat Edaran (SE) Walikota Cirebon tentang pelaksanaan ibadah. “Untuk salat Jumat, Masjid Raya Attaqwa sudah dua kali tidak menyelenggarakan salat Jumat,” kata Yani.

Banyak kegiatan rutin yang di-off-kan, seperti Rumah Tahfidz, Roudlotul Athfal (RA), dan kegiayan remaja masjid. Kajian-kajian besar seperti Buya Yahya, Habib Zaki, dan Buya Syakur lebih dulu di-off sejak 1 bulan lalu.

Untuk rapat rutin pengurus juga tidak dilakukan secara tatap muka, tetapi menggunakan cara daring. Kecuali ketika ada rapat mendesak, tetapi para pengurus tetap mengenakan masker.

Namun, sambung Yani, untuk salat 5 waktu masih dibuka, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan seperti pengukuran suhu, cuci tangan pakai hand sanitizer, membawa alat pelindung diri (APD) masker, dan shaf salat direnggangkan.

“Bagi jamaah yang batuk pilek dan demam seperti umumnya gejala Covid-19, maka petugas sudah diberikan pemahaman agar tidak diperkenankan masuk ke masjid,” kata Yani.

Lalu bagaimana dengan rencana atau kebijakan menghadapi Bulan Suci Ramadan? Untuk Ramadan, Masjid Ataqwa tetap akan mengadakan tarawih, tetapi dengan ketentuan yang ada dan protokol kesehatan diperketat. Kegiatan-kegiatan yang sudah biasa digelar selama Ramadan akan diubah teknisnya.

Ia mencontohkan pembacaan Alquran saat salat Tarawih yang biasanya dalam 9 tahun ke belakang 1 maIam 1 juz dan lamanya sekitar 1 jam 20 menit, ditiadakan. Piahaknya juga tak mendatangkan imam hafidz seperti tahun-tahun sebelumny, diganti dengan imam rawatib dari Attaqwa. “Kita tetap pakai 20 rakaat tarwaih dan 3 witir, hanya saja suratnya diganti surat-surat pendek,” lanjut Yani.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kultum sebelum berbuka juga akan dipindahkan ke radio. Takjil untuk buka puasa tetap ada, tapi dikurangi yang biasanya 500 takjil, paling banyak 50. Kemudian itikaf dan sahur akan dilaksanakan mandiri, tanpa dikoordinir. Agenda tadarus tetap ada, tetapi dilaksanakan oleh tim kecil. Ada juga pembacaan Ratibul Hadad via online.

“Terkait pelaksanaan saalat Idul Fitri 1441 Hijriyah kami perlu melihat perkembangan dan akan merumuskannya bersama pihak-pihaak terkait termasuk Pemerintah Kota Cirebon. Karena biasanya kita kolaborasi antara Attaqwa dan Kemenag Kota Cirebon,” tambah Yani saat diwawancara CirebonPlus, Selasa (14/4/2020).

Yani mengajak semua elemen untuk bersama-sama memaksimalkan pencegahan Covid-19, semakin mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT, banyak bersedekah karena bisa menjadi media tolak bala. Sehingga pandemi ini cepat hilang.

Dikatakan, masjid-masjid dengan kondisi yang serba terbatas ini jangan sampai tutup total, terus kumandangkan azan, tetapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan yang baik dan benar. Yang tak kalah penting  memberikan edukasi yang tepat kepada jamaah masjid agar jangan terprovokasi dengan informasi hoax tentang Covid-19, karena akan memperparah kecemasan terhadap masyarakat. “Mari kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjaga doa dam ikhtiar insya Allah semuanya akan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Kustano/C+3)

Related Articles