Home Headline Membanggakan, 2 Siswa SLBN Kabupaten Cirebon Sabet Juara Nasional Baca Puisi

Membanggakan, 2 Siswa SLBN Kabupaten Cirebon Sabet Juara Nasional Baca Puisi

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Sekolah Luar Biasa (SLBN) Kabupaten Cirebon kembali mengharumkan nama baik daerah. Rabu (1/7/2020), dua siswanya meraih juara 2 dan 3 lomba baca puisi kategori tunarungu tingkat nasional. Keduanya menyisihkan ratusan siswa SLBN dan siswa berkebutuhan khusus di SLB Inklusi dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dua siswa luar biasa tersebut adalah Dayana Chajria Batrisya dan Zalkho Ahla Faradisa. Dayana adalah siswi kelas 5 SD meraih juara 2 dan berhak mendapatkan 1 unit notebook. Sedangkan Zalkho Ahla Faradisa, duduk di bangku kelas 6 SD meraih juara 3 dan berhak mendapatkan 1 unit tablet. Juara 1 di lomba ini diraih siswa SLBN Cicendo Kota Bandung.

Kepada CirebonPlus, orang tua Dayana, Siti Zulaikha mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih anaknya. Ia tidak menyangka Dayana bisa juara di tingkat nasional, karena persaingannya cukup ketat.

“Saya merasa bangga dan gak nyangka. Apalagi lombanya tingkat nasional,” ujar Siti Zulaikha.

Senada disampaikan wali siswa Ahla, Siti Umroh. Ia mengaku bangga atas capaian yang diraih anaknya. Umroh juga tak menyangka akun instagram yang menayangkan Ahla banyak follower-nya.

“Pastinya bangga. Saya lihat di akun Intragram-nya ternyata yang ikut banyak lagi,” sambung Umroh.

Dayana dan Ahla dikenal siswa yang cerdas. Mereka dapat dikatakan terlambat dalam mengetahui info perlombaat tersebut. Sehingga, persiapan mereka untuk berlatih pun sangat terbatas. 

“Menjelang akhir penutupan lomba, guru pembimbing bergegas melatih Dayana dan Ahla membacakan puisi dengan menggunakan bahasa isyarat dan hanya dalam waktu 3 jam. Kemudian, Ahla dan Dayana diberi tugas rumah untuk melafalkan puisinya sekaligus direkam video yang hasilnya langsung dikirim ke pihak panitia,” paparnya. 

Sementara itu Guru Pembimbing Ahla Dayana dan Ahla, Elka Asmartuti SPd merasa bangga siswanya berhasil meraih juara  2 dan 3 pada even tersebut. “Sebagai guru yang tak lain adalah orang tua dari siswa tentunya merasa bersyukur, bahagia dan bangga melihat siswanya berhasil meraih apa yang mereka upayakan,” tutur Elka. 

Keberhasilan yang diraih, lanjut dia, diharapkan dapat menenangkan hati sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu berkarya seperti siswa pada umumnya yang lahir tanpa hambatan. 

“Kemenangan ini juga bisa mengubah paradigma bahwa anak-nak dengan hambatan komunikasi yang diangap tidak bisa berpuisi ternyata dengan kemauan dan kesungguhan mereka, akhirnya bisa mengekspresikan karya sastra dengan cara mereka menggunakan komunikasi total,” terang dia.     

Ekspresi bangga juga tampak dari wajak sang pelatih Dayana dan Ahla, Eli Asmartuti. Meski telah menyabet prestasi, namun ia tak mau berhenti melatih.

Sebaliknya, Eli mengaku akan terus mengasah kemampuan Dayana, Ahla dan murid SLB lainnya agar terus meningkat.

Untuk Dayana dan Ahla, Eli juga ingin makin baik lagi, terutama pada artikulasi dan komunikasinya. Juga akan terus mencari peluang dan kesempatan untuk terus meriah prestasi. Termasuk siswa lainnya yang memang memiliki potensi.  “Sehingga tidak hanya pada ajang lomba puisi, tetapi juga seni musik dan tari, karena Dayana dan Ahla berbakat di bidang itu juga,” pungkasnya. (Muiz)

Related Articles