Home Headline Menag Ingin Maksimalkan Revitalisasi KUA, Ini Alasannya

Menag Ingin Maksimalkan Revitalisasi KUA, Ini Alasannya

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Salahsatu program yang digulirkan Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas adalah revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA). Ia ingin, program ini lebih maksimal dijalankan saat ia memimpin Kementerian Agama (Kemenag).

Menurutnya, revitalisai KUA penting untuk segera direalisasikan, karena program Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Saat saya diberikan amanah memimpin Kemenag ini, saya ingin melakukan revitalisasi KUA untuk meningkatkan fungsi pelayanan bagi masyarakat,” tandas Menag Yaqut dalam pengarahan daring saat FGD perdana Revitalisasi Layanan Kebimasislaman pada KUA Kecamatan, Kamis malam (25/2/2021). 

Menag berharap revitalisasi yang dilakukan akan memperpendek rantai birokrasi dan mempercepat pelayanan keagamaan di Indonesia. “Karenanya tentu ada syarat yang harus dipenuhi, yakni penguasaan teknologi digital. Seluruh ASN dan perangkat KUA harus beradaptasi dengan cepat untuk menguasai teknologi digital,” tutur pria yang akrab disapa Gus Menteri ini. 

Hal ini, lanjut Menag, juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan generasi milenial yang membutuhkan layanan keagamaan. ”Kita tahu anak-anak muda perkotaan juga membutuhkan layanan keagamaan yang praktis, nyaman, cepat, tidak bertele-tele. Saya berharap KUA ke depan dapat memberikan itu juga,” imbuhnya.

Ia menekankan proses revitalisasi ini harus dilakukan dalam tempo yang cepat. “Kondisi KUA kita masih sangat jauh dari kata layak. Misal, tampilan fisiknya perlu diperbaiki, apalagi software-nya. Saya juga ingin respons atas perubahan yang saya sebutkan ini harus bisa cepat, agar KUA ini dalam layanan publik tidak tertinggal dengan layanan lain,” pesan Menag. 

Gus Menteri, begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan ada dua tujuan utama revitalisasi KUA. 

“Pertama, kita menginginkan terjadi engagement yang lebih intens dengan publik, khususnya untuk mengkomunikasikan isu-isu keagamaan. Nah, yang mampu menyentuh hingga akar rumput adalah KUA,” kata Gus Menteri. 

“Kedua, perbaikan tata kelola pelayanan publik di Kementerian Agama. KUA sebagai unit yang ada hingga tingkat kecamatan menjadi ujung tombak perbaikan layanan ini,” sambungnya. 

Karenanya, Gus Menteri mewajibkan seluruh jajarannya untuk terlibat dalam upaya revitalisasi KUA ini. 

“Revitalisasi KUA ini membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Ini menjadi tugas kita semua. Semua direktorat harus dan berkewajiban untuk mendukung program ini,” kata Gus Menteri menegaskan. 

FGD yang dipimpin Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin ini diikuti oleh para staf khusus, tenaga ahli, pejabat eselon II dan III Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam. Hadir juga sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut konsultan pendidikan keluarga Alisa Wahid. (C+/06)

Foto: Istimewa Kemenag

Related Articles