Home Ekobisnis Mulai Hari Ini Alfamart, Indomaret, dan Lainnya Tak Boleh Buka Bakda Magrib

Mulai Hari Ini Alfamart, Indomaret, dan Lainnya Tak Boleh Buka Bakda Magrib

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Mulai hari ini (6/4/2020), Alfamart, Indomaret dan minimarket lainnya di Kabupaten Cirebon dilarang beroperasi pasca-Magrib. Pembatasan jam operasional tersebut ditetapkan oleh Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg melalui Surat Edaran (SE) Nomor 510/784/Disdagin.

SE tersebut diberlakukan sebagai bagian dari upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tidak hanya berlaku bagi minimarket, pembatasan jam operasional juga diperuntukkan bagi pusat perbelanjaan, pasar swalayan, toko modern, dan pasar rakyat, pasar tradisional, dan berbagai keramaian aktivitas jual beli lainnya seperti pasar malam di desa-desa.

“Berlaku mulai saat ini, 6 April hingga 6 Mei 2020 nanti. Ini ikhtiar kita dalam pencegahan penyebaran virus Corona dengan mengurangi aktivitas berkerumun,” ujar Bupati Imron.

Bupati Imron mengatakan, semua fasilitas yang menjadi tempat transaksi jual beli, kerumunan, dan interaksi banyak orang tersebut dibatasi guna pencegahan Corona. Meski belum sampai batas pelarangan operasional, namun pihaknya berharap minimarket, supermarket, atau pasar tradisional tetap menggunakan standar pencegahan seperti memfasilitasi handsanitizer, tempat cuci tangan, menggunakan masker, dan standar lainnya.

Lebih lanjut Bupati Imron mengatakan, pembatasan yang dimaksud adalah mengurangi jam operasional. Semuanya, baik toko modern atau minimarket dan pasar swalayan jam operasionalnya cukup 10 jam, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 atau waktu Magrib. Sedangkan aktivitas di pasar tradisional dibatasi pukul 02.00 dinihari hingga jam 12.00 siang.

“Selain itu, meski masih diperbolehkan buka, tetapi tidak diperkenankan ada fasilitas yang memungkinkan pengunjung berkumpul atau berkerumun. Misalnya posisi kursi pada tempat-tempat duduk pengunjung, seperti di area cafetaria atau foodzone,” sambung pria yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon itu.

Bupati menyarankan untuk tempat-tempat yang melayani makanan atau barang kebutuhan warga, mulai membuat apliksi orderan jarak jauh. Bertransaksi via delivery order, sehingga menghindari kontak langsung atau aktivitas keluar rumah.

Menurutnya kondisi seperti ini juga ada hikmah yang bisa diambil para pelaku usaha, di antaranya banyak yang “dipaksa” untuk memiliki aplikasi layanan penjualan secara online. Jika Corona mereda dan hilang, banyak pelaku usaha yang akhirnya terbiasa dengan layanan online atau delivery order. (Yasir/C+5)

Related Articles