Home Ekobisnis Musim Kemarau, Petani Pegagan Lor Sukses Tanam Blewah

Musim Kemarau, Petani Pegagan Lor Sukses Tanam Blewah

by
0 comment

Cirebonplus.com (C+) – Musim kemarau tak menjadi halangan bagi para petani di Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Setelah panen kedua, sambil menunggu masa tanam musim hujan, petani di desa ini tetap bercocok tanam.

Tanaman yang dipilih adalah blewah organik. Pekan ini, blewah yang mereka tanam sudah bisa dipanen dan dinimati hasilnya.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Kapetakan, Sanaji mengatakan, blewah organik itu ditanam tanpa menggunakan obat-obatan berbahan kimia. Petani hanya menggunakan pupuk kandang.

Menurutnya, blewah adalah tanaman musiman yang tidak membutuhkan air banyak, sehingga cocok ditanam saat musim kemarau. Hal ini yang dilakukan para petani Desa Pegagan Lor untuk menyiasati jedah antara masa panen dan masa tanam di musim kemarau.

Awalnya, kata dia, melihat masa jeda panen hingga masa tanam saat musim kemarau sangatlah lama, sehingga memunculkan ide untuk menanam blewah. Pihaknya pun menawarkan kepada para petani.

“Awalnya ada keragu-raguan dari para petani dengan buah yang akan dihasilkan nanti, namun kami mecoba dengan beberapa petani dan support dari Kuwu Pegagan Lor Dra Ii Fariyani yang dengan suka rela menyediakan lahan. Kami menanamnya dan alhamdulillah bisa menghasilkan buah yang memuaskan,” ujarnya.

Sanaji menjelaskan, pola tanam yang digunakan adalah cara tradisional. Artinya tidak menggunakan bahan atau alat modern. Karena usia blewah ini sama dengan mentimun, maka dapat dilakukan untuk mengisi musim tanam ketiga.

“Untuk pemasaran blewah kami mengarahkan agar petani menggunakan 3 jalur penjualan yakni dijual ke pasar, disetorkan ke bandar buah, dan langsung ke konsumen dengan menjual keliling,” sambung Sanaji.

Sementara itu Kardisa, salahsatu petani yang ikut dalam uji coba tabam blewah mengatakan, dengan adanya panenen blewah yang cukup memuaskan ini mampu meningkatkan kesejahtetaan petani. Karena itu, di musim tanam ketiga nanti penanaman blewah akan dilakukan kembali. (Khayas)

Related Articles