kuping kiri

Pemkot Cirebon Genjot Inovasi untuk Peningkatan Penerimaan Pajak

Pemkot Cirebon Genjot Inovasi untuk Peningkatan Penerimaan Pajak

Cirebonplus.com (C+) – Pajak dan retribusi menjadi salahsatu sumber pemasukan daerah yang sangat menentukan perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Sejumlah daerah pun seperti berlomba-lomba untuk dapat menarik kedua sumber pendapatan itu baik melalui inovasi program maupun perubahan aturan daerah.

Seperti dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Penjabat (Pj) Walikota Cirebon, Dr H Dedi Taufik MSi mengatakan, Pemkot Cirebon akan terus berinovasi untuk bisa meningkatkan realisasi penerimaan dari pelayanan pajak.

“Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegas Dedi usai pembukaan beroperasinya alat perekam data transaksi wajib pajak yang pembayarannya sistem self assessment di salah satu pusat perbelanjaan Kota Cirebon, Senin (10/12).

Karena itu, berbagai terobosan akan dilakukan termasuk dengan mempermudah wajib pajak untuk melakukan pembayaran dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini telah berkembang dengan pesat.

Ditambahkan, sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pemerintah daerah saat ini mendapat kewenangan untuk mengelola pajak daerah. di Kota Cirebon, pajak daerah dikelola berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Perda Kota Cirebon No 3 Tahun 2012 yang meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak reklame, pajak air bawah tanah, pajak penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Dari beberapa jenis pajak daerah tersebut, secara bertahap pemerintah daerah Kota Cirebon dalam pengelolaannya telah dilakukan sistem aplikasi, baik dari sistem pelaporan maupun pembayarannya,” ungkap Dedi.

Karena itu, Dedi menyambut baik momentum kedua beroperasinya pemasangan alat perekam data transaksi wajib pajak, khususnya untuk wajib pajak yang pembayarannya dengan self assesment untuk tahun anggaran 2018. Dengan terobosan yang dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah Kota Cirebon, Dedi berharap akan meningkatkan realisasi penerimaan pajak daerah.

Namun tidak hanya dari sisi pemerintahan saja, lanjut Dedi, karena kepatuhan wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya dengan baik juga akan memberikan kontribusi positif bagi Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan (BKD) Kota Cirebon, H Sukirman SE mengungkapkan, tujuan pemasangan alat perekaman data transaksi wajib pajak tujuannya untuk optimalisasi pendapatan daerah. “Total tahun ini dipasang 52 unit,” ungkap Sukirman.

Adapun sumber dananya berasal dari APBD Kota Cirebon sebanyak 17 unit yang terdiri dari 12 unit tapping box dan 3 unit komputer kasir, serta 2 unit web service. Ada juga bantuan hibah dari BJB sebanyak 25 unit tapping box dan pilot project PT Cartenz sebanyak 10 unit komputer kasir.

Untuk pemasangannya, dilakukan di sejumlah wajib pajak yang berusaha di mal Transmart dan Cirebon Superblok di Jalan DR Ciptomangunkusumo. (Dewo/C+2)

Related posts