Home CirebonRaya Peringati Maulid Nabi, Ini Pesan Ketua Perempuan Bangsa Jabar

Peringati Maulid Nabi, Ini Pesan Ketua Perempuan Bangsa Jabar

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Tahun ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana pandemi Corona Virus Desease (Covid-19). Namun Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Yuningsih MM melihat masyarakat di kampung-kampung hingga kota masih antusias memperingatinya.

Sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, masyarakat menyenandungkan salawat Nabi, istighotsah, tumpengan, dan tradisi religious lainnya di tajug, musala, masjid, hingga di tempat-tempat yang memuat kapasitas jamaah lebih besar. Yuningsih yakin kumandang salawat umat Islam itu memberikan keberkahan bagi masyarakat, daerah, hingga bangsa Indonesia yang sedang menghadapi cobaan akibat pandemi Covid-19.

Yuningsih bangga, banyak kelompok masyarakat yang sebelumnya alergi  bahkan antisalawat, saat ini mulai memahami dan menyadari bahwa bersalawat itu penting guna mengukur kecintaan kepada Nabi Muhammad. Terutama, untuk mengingatkan kembali umatnya terhadap keteladanan Rasululullah yang bergelar Al Amin artinya orang yang dipercaya.

“Mudah-mudahan dengan keberkahan dari Allah itu, bangsa Indonesia bisa lolos dari cobaan, bisa kembali pulih ekonominya, kuat kesehatannya, dan sabar masyarakatnya,” ujar ketua Perempuan Bangsa DPW PKB Provinsi Jawa Barat itu seraya mengatakan, peringatan Maulid Nabi juga bisa menjadi refleksi bagi umat Islam untuk terus meneladani nilai-nilai kesalehan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Yuningsih yakin, jika umat Islam meneladani Rasulullah, maka akan terbangun masyarakat yang aman, tenteram, saling menjaga toleransi, saling menghormati, peduli sosial, harmonis, dan terhindarnya konflik antarumat. Karena itu, Yuningsih mengajak saudara sesama umat Islam untuk terus meneladani Rasulullah yang di antara tugasnya adalah menyempurnakan akhlak manusia.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu itu prihatin, saat ini selain virus Corona, masyarakat juga dihinggapi virus kebencian dan penyakit hoax (fitnah) terutama di media sosial. Jika tidak segera diantisipasi, Yuningsih khawatir akan menjadi akut dan bisa menimbulkan kerawanan dan konflik sosial.

“Maka, di sinilah pentingnya kembali mempelajari, menghayati dan mengamalkan apa yang diajarkan Nabi Muhammad. Agar tidak salah memahami, umat juga harus mempelajarinya lewat guru, kiai atau ulama yang punya kapasitas keilmuan, bukan kepada mereka yang dangkal ilmunya serta memahami agama secara sempit, sehingga menimbulkan kesan bahwa umat Islam itu keras, sangar, dan citra negatif lainnya,” papar Yuningsih kepada CirebonPlus, Kamis (29/10/2020). (C+/06)

Foto: Istimewa

Related Articles