kuping kiri

Pontren Modern Nurul Fajri Cetak Santri Berkualitas Ilmu dan Akhlak

Pontren Modern Nurul Fajri Cetak Santri Berkualitas Ilmu dan Akhlak

MAJALENGKA (Ci+) Peningkatan kualitas pondok pesantren adalah mutlak. Tujuannya agar mampu memproduksi santri yang berkualitas, baik keilmuan maupun akhlaknya.

Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren (Pontren) Modern Nurul Fajri. Ada banyak program untuk meningkatkan kualitas santri, salahsatunya dengan memfasilitasi beasisawa santri berprestasi melalui English Scholarship Programme (ESP).

Sebagai pontren modern yang fokus pada pendidikan mental dan multisistem, lembaga ini terus menguatkan kualitasnya dan mengembangkan program-program unggulan agar santri mampu menjawab tantangan era globalisasi yang semakin berkembang.

“Ada empat santri yang mengikuti program beasiswa English Scholarship Programme. Mereka kami delegasikan ke Pare, Kediri agar dapat menyerap semua pembelajaran di sana dan bisa meningkatkan kualitas berbahasa inggris,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri, Gus Abdul Latif SSy epada cirebonplus.com, Aahd (22/1)

Setelah menyelesaikan studi, sambungnya, para penerima beasiswa diharapkan bisa mengabdikan diri di pesantren dalam meningkatkan bahasa para santri lainnya.

Pimpinan pesantren termuda di Majalengka itu menambahkan, sebenarnya beasiswa English Scholarship Programme bukan satu-satunya program unggulan pesantren. Pihaknya juga menyediakan beasiswa santri berprestasi setiap tingkatan baik SMP maupun SMA. Kuotanya 6 orang dan 17 beasiswa bagi santri yatim dan tidak mampu.

Pesantren di Majalengka yang eksis dengan kemodernannya sejak 2011 itu, selain distribusi santri ke kampung “Inggris” Pare, juga mendistribusikan santrinya ke luar untuk penguatan keilmuan. Misalnya meningkatkan wacana santri dalam pemahaman Khutubut Thuros ke pesantren salaf dan pemahaman administrasi seperti di Pondok Ummul Quro Bogor.

“Juga seperti manajerial pengelolaan wakaf di Pesantren Tazakka Batang dan kelembaga-lembaga pendidikan di sekitar majalengka dalam praktik Amaliatu Tadri. Harapan kami dalam memegang amanah umat ini semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, keistiqomahan dalam setiap langkah perjuangan dan pengabdian kami di dalam berjihad (melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran),” ujarnya.

Ia meminta doa, dukungan, dan masukan kepada semua pihak untuk selalu mengembangkan pendidikan di pondok tersebut. Sehingga dari sini bisa terlahir santri yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, agama, dan negaranya. (*)

Laporan: Hamdi Muntadir

Related posts