kuping kiri

Santri Milenial Cirebon Diajari Beternak dan Bertani

Santri Milenial Cirebon Diajari Beternak dan Bertani

Cirebonplus.com (C+) – Ratusan santri dari 26 pondok pesantren (pontren) di Kabupaten Cirebon mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) peternakan dan pertanian di Gedung NU Center, Jumat (29/3). Kegiatan ini atas kerjasama Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Cirebon.

Bimtek yang akan berjalan selama dua hari ini berisi tentang arahan kepada para santri tentang teknis penerimaan bantuan, pemeliharaan, dan lain-lain.

Penanggung Jawab Bimtek, Achmad Syaikhu Azmy mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan itu adalah menindaklanjuti program dari Kementrian Pertanian tentang bantuan kepada masyarakat. Tujuannya agar para santri peduli terhadap bidang pertanian dan perternakan.

Menurutnya, program ini dinamai Tani Santri Milenial (TSM). Karena, kaum milenial belum memahami betul tentang pertanian dan perternakan. Untuk itulah pihaknya digaet Kementrian Pertanian untuk berkerja sama.

“Rata-rata para kaum milenial tidak memahami tentang dunia pertanian dan perternakan. Untuk itu Kementrian pertanian berkerja sama dengan RMI NU Kabupaten Cirebon untuk mengalirkan program perternakan kepada para santri dan akan diluncurkan ke pesantren-pesantren,” kata dia.

Diakui, sekitar 76 pesantren di Kabupaten Cirebon akan mendapatkan bantuan dari kementrian berupa 500 ekor ayam ternak per pesantren.

Sementara itu, sebagai pengisi materi Bimtek, Srigatiyono mengatakan, para santri ini harus dibekali tentang cara menernak ayam. Sebelum mereka nerima bantuan tersebut dari kementrian RI berupa ayam untuk diternak.

“Para santri ini mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa paket ayam buras. Sebelum mereka nerima kita bekali dulu pengatahuan teknisnya, jadi jangan sampai mereka sudah terima bantuan malah tidak tahu cara merawatnya dengan baik,” ungkapnya.

Srigatiyono tak ingin para santri menyia-nyiakan bantuan ternak ayam dari pemerintah atau Kementerian Pertanian. Pihaknya juga memberikan pemahaman tentang wirausaha kepada para santri, setidaknya membuka wawasan tentang wirausaha ayam buras. (Muhamad Surya/C+)

Related posts