Home Headline Satu Kalender Hijriyah, Bisa?

Satu Kalender Hijriyah, Bisa?

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CIREBONPLUS – Sejumlah ahli hisab dan rukyat bertemu untuk mematangkan konsep unifikasi kalender Hijriah.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 17-18 Juni 2021, ini difasilitasi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.

Sejumlah pakar yang hadir berasal dari perwakilan Mahkamah Agung RI, Pengadilan Tinggi Agama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Washliyah, dan Persis. Hadir juga para ahli hisab rukyat perorangan, astronom, dan akademisi dari bebagai perguruan tinggi.

“Berkumpulnya para ahli di sini, merupakan langkah strategis Kementerian Agama untuk menghasilkan tips dan strategi terciptanya unifikasi kalender Hijriah di Indonesia,” ujar Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim, di Jakarta, Kamis (17/6).

Agus berharap, pertemuan para pakar ini akan mematangkan konsep unifikasi kalender Hijriah di Indonesia. “Perbedaan paham terkait penetapan awal bulan Kamariah khususnya pada penentuan awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijah, acapkali menimbulkan kebingungan dan keresahan, bahkan bisa menjadi penyebab terjadinya perbedaan di kalangan umat Islam,” tuturnya.

“Sehingga, perlu upaya melakukan unifikasi kalender Hijriah Indonesia,” sambungnya.

Pertemuan ini digelar secara blended, daring dan luring. Tidak kurang 50 peserta mengikutinya secara daring.

Kemenag terus mengupayakan terwujudnya penyatuan atau unifikasi kalender Hijriah. Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, peran ormas Islam sangat penting dalam upaya ini.

“Enggagement (kerja sama) dengan ormas Islam sangat penting sekali, sebagai stakeholder, mitra utama pemerintah dalam mencari solusi unifikasi kalender Hijriah,” kata Kamaruddin dalam Temu Ahli Hisab Rukyat tahun 2021, di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Menurut Kamaruddin, penyatuan kalander hijriah memerlukan upaya yang sangat luar biasa. Untuk itu, diperlukan perhatian yang sangat serius dan melibatkan banyak pihak.

“Harapan kita tim ahli hisab rukyat ini bisa melakukan kajian, melakukan studi pemahaman, termasuk nanti memberikan saran unifikasi kalender hijriah untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Kamaruddin menambahkan, upaya unifikasi kalender Hijriah ini belum masuk pada tahap kesimpulan. Pemerintah nantinya akan mendengar masukan dari semua pihak.

“Berbagai aktifitas baik domestik dan internasional juga terus kita lakukan, meski kita belum mencapai kesimpulan akhir,” ujarnya.

“Kementerian Agama berkepentingan sekali mendapatkan solusi terbaik untuk kita semua,” tandasnya. (C+/07/Kemenag)

Related Articles