Home Ekobisnis Sekuat Tenaga Demi UMKM Jabar

Sekuat Tenaga Demi UMKM Jabar

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CIREBONPLUS – Pandemi berdampak besar bagi sector ekonomi. Di Jawa Barat, lebih dari 37 ribu usaha mikro kecil dan menengah terdampak, sebagiannya berhenti total, tak berproduksi.

“Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar, sekitar 37.119 UMKM terdampak pandemi, 14.991 di antaranya merupakan pelaku ekonomi kreatif. Ada UMKM yang berhenti produksi maupun gulung tikar,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil dalam satu kesempatan.

Di antara masalah yang dihadapi UMKM, kata Ridwan Kamil, masalah penjualan dan kesulitan mencari bahan baku yang tepat, baik harga maupun kualitasnya.

“Kadang-kadang UMKM bingung harus jualan ke mana karena ketidaktahuan,” sambung Kang Emil, sapaan akrabnya seraya mengatakan, pihaknya mendorong agar terbuka peluang penjualan, termasuk market Rp400 triliun dari kementerian.

Ridwan Kamil menamhahkan, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi UMKM Jabar juga telah berkomitmen menyelesaikan permasalahan yang dialami pelaku UMKM saat ini, mulai dari pemasaran atau promosi, bantuan kredit, hingga mewajibkan ASN untuk membeli produk UMKM.

Baca juga: Misi Menghapus Jejak Walisongo

“Intinya kami berkomitmen menyelesaikan permasalahan UMKM karena sangat multidimensi mulai pemasaran dan lain-lain,” tuturnya.

Ridwan Kamil mengaku, kendala lainnya adalah sulit mencari bahan baku  impor. Ada UMKM yang produknya diekspor, tetapi bahan baku harus impor lebih dulu.

“Jadi impor itu terbagi dua, impor yang dijual di pasar kita, dan ada yang impor untuk diekspor lagi,” imbuhnya.

Ridwan Kamil menyatakan, pelaku UMKM mengeluh kesulitan mendapatkan bahan baku impor tersebut karena tidak bisa digantikan dengan produk lain, oleh karena itu, Pemda Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Koperasi dan UKM tengah mencari solusi bersama menyelesaikan kendala tersebut.

“Mencari penggantinya itu susah, tetap mereka harus impor bahkan yang bertahan kini tersisa 30%, karena itu sedang kami cari solusinya bersama Kemenkop UKM,” lanjut dia.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bisa memanfaatkan potensi pasar sebesar Rp400 triliun, setiap tahunnya. Nilai yang sangat besar itu berasal dari belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat sepanjang 2021 yang difokuskan pada produk UMKM.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil usai bertemu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki di Kota Bandung, Jumat malam (2/4/2021).

“Ada Rp400 triliun per tahun belanja kementerian dan lembaga. Silakan UMKM untuk merespon peluang yang luar biasa ini,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menuturkan, belanja pemerintah sebesar Rp400 triliun tersebut bertujuan untuk menggairahkan pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, dan mendorong pemulihan ekonomi.

Dikatakan,  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sejauh  ini intens melahirkan inovasi-inovasi untuk menggairahkan kembali roda produksi UMKM, aalah satunya dengan menggagas program ICALAN (Inovasi Cara Penjualan).

Inovasi lainnya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara SMESCO Indonesia dan The Papandayan Hotel di Kota Bandung di hari yang sama. Dengan penandatanganan tersebut, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jabar dapat dipasarkan di hotel berbintang. Kerja sama itu juga diharapkan dapat mendorong UMKM Jabar naik kelas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menyambut baik hal itu. “Hal ini akan terus bergulir di Jawa Barat, bagaimana kita meningkatkan UMKM,” kata Setiawan.

Nantinya, produk-produk UMKM akan dipajang dan dijual di hotel berbintang. Setiawan berharap hal tersebut dapat memicu semangat UMKM Jabar untuk meningkatkan kualitas produknya.

Menurut Setiawan, kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan untuk menggencarkan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sendiri berkomitmen menyukseskan Gernas BBI yang digagas pemerintah pusat sebagai stimulus untuk membangkitkan UMKM.

“Jadi sekarang fase (pemulihan ekonomi Jabar) memang untuk UMKM, dan itu sejalan sekali dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ucap Setiawan.

Selain itu, kata Setiawan, Pemda Provinsi Jabar intens mendorong UMKM untuk masuk ke ekosistem digital dengan menghadirkan  marketplace bernama borongdong.id.

“Inovasi ini hasil kolaborasi dengan Pemda Provinsi Jabar dengan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi (KREASI) Jabar dan BJB,” ucapnya.

Setiawan menuturkan, pihaknya sudah meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar untuk membeli produk-produk UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki meminta UMKM Jabar untuk terus meningkatkan kualitas produk agar bisa masuk hotel berbintang.

“Penting produk UMKM masuk jaringan ekosistem hotel berbintang. Ini bagus untuk memasarkan produk UMKM yang biasanya dijual di warung biasa, tapi dengan begini UMKM juga bakal dilirik tamu hotel,” kata Teten.

“Kalau semua jaringan hotel berbintang memberi tempat istimewa untuk UMKM, tidak lama lagi UMKM kita kuat, punya brand yang kuat,” imbuhnya.

Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, sebagai Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), pihak terus berupaya memasarkan produk-produk UMKM, baik secara online maupun offline.

“Ini kerja samanya akan sangat baik, semoga bermanfaat yang lebih besar terutama untuk UMKM,” ucap Leonard. (JPO)

Related Articles