Home Headline Selangkah Lagi, UIN Syekh Nurjati

Selangkah Lagi, UIN Syekh Nurjati

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

Rakerpim Selesai, Proposal Tuntas, Berharap 2020 Transformasi BLU dan 2021 Berstatus UIN

CIREBONPLUS (C+) –Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon makin mantap menatap dua target besar yakni transformasi pengelolaan kelembagaan dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan alih status dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Civitas akademika IAIN yakin dua target besar itu tercapai dalam dua tahun ke depan.

“Kami berharap tahun 2020 ini BLU sudah bisa diterapkan. Selain itu, target kami tahun 2021 IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga sudah menjadi UIN,” ujar Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg kepada TheCirebonPlus.

Untuk menuju dua cita-cita transformatif tersebut, pihaknya terus memperkuat visi misi yang telah dicanangkan dan memaksimalkan 3 program sebagai penjabaran dari visi tersebut yakni mengembangkan pendidikan akademik dan profesi, pendidikan untuk kepentingan bangsa, dan memberikan pencerahan nilai-nilai keislaman kepada masyarkat.

Tiga hal tersebut merupakan menjadi dasar bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mengejawantahkan tridharma perguruan tinggi. Karena itulah pihaknya bersama semua komponen yang ada bekerja keras untuk mewujudkan transformasi dan alih status baik BLU maupun UIN. Tujuannya, agar dapat memaksimalkan kelengkapan infrastruktur, mutu akademik, serta pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Proposal untuk pengajuan BLU sudah kami kirimkan, harapannya tahun 2020 ini bisa diterapkan. Sedangkan untuk proposan alih status menjadi UIN baru saja diserahkan ke Kemenag RI, mudah-mudahan tahun 2021 sudah berubah menjadi UIN Syekh Nurjati Cirebon,” harap Sumanta bernada optimis.

Lalu, apa kelebihan BLU bagi kampus IAIN Syekh Nurjati? Ketua Panitia Kegiatan, Dr H Adib MAg menjelaskan, dengan transformasi menjadi BLU secara manajerial IAIN memiliki keleluasaan dalam mengelola seluruh perangkat kelembagaannya. Dan yang paling penting, keuangan dapat dikelola secara mandiri.

Melalui kemandirian itulah manajemen memiliki keleluasaan dalam meningkatkan kualitas dan kualitas fasilitas kampus. Tak terkecuali, keleluasaan dalam meningkatkan mutu akademik dan kesejahteraan bagi para dosen dan karyawannya.

“Status BLU juga menghendaki kampus untuk lebih leluasa dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam rangka penaingkatan pelayanan terhadap masyarakat. Artinya, melalui transformasi BLU ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon diharapkan lebih maju lagi, tak hanya pelayanan, tetapi juga fisik infrastruktur maupun mutu akademiknya,” papar Adib.

Sebelum mengajukan proposal, pihaknya melakukan berbagai kajian. Tak hanya internal, tetapi juga membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kebijakan (stakeholders). Agenda tersebut diformalkan melalui kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di salahsatu hotel Cirebon pada 12-13 Februari 2020 lalu.

Selain menghadirkan narasumber yang berkompeten membahas transformasi status kelembagaan, forum tersebut juga membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang hadir untuk memberikan masukan atau usulan demi menyempurnakan berkas pengajuan transformasi kelembagaan dari Satker PNBP menjadi BLU dan alih status IAIN menjadi UIN.

“Rakerpim (lalu) kami ingin menginventarisir masukan-masukan dari stakeholders agar dapat dijadikan pedoman kami dalam prosesnya,” kata dia seraya mencontohkan masukan tentang pengembangan fakultas dan program studi (prodi) ketika sudah menjadi UIN agar sesuai dengan kebutuhan zaman.

Alhasil, Rakerpim dapat membantu menyukseskan dua program yang kini prosesnya sedang dikawal IAIN Syekh Nurjati.

Lebih lanjut Adib menambahkan, secara garis besar pihaknya menentukan 3 poin penting yang digali dari pertemuan berharga tersebut. Tiga hal yang menjadi fokus yakni pertama, evaluasi semua program tahun 2019 yang telah direalisasikan. Dari evaluasi itu akan muncul apa hal-hal prioritas dan mendesak sebagai bahan planning dan implementasinya untuk program-program tahun 2020. Sedangkan yang ketiga adalah merangsang program 2021.

Proposal Sudah di Meja Kemenag RI

Kamis (27/2/2020) menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Sebab, dokumen naskah akademik dan proposal ajuan perubahan status dari IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati yang selesai disusun, hari ini diserahkan kepada Kementerian Agama RI.

Proposal alih status diserahkan langsung Rektor Institut Agama Islah Negeri (IAIN) Syekh Nurjati, Dr H Sumanta Hasyim MAg kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA di gedung Kemenag RI. Kedatangan rektor didampingi sejumlah pejabat IAIN Cirebon antara lain Wakil Rektor I Dr H Saefudin Zuhri MAg dan Wakil Rektor II Dr H Adib MAg.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan, pihaknya telah paripurna merumuskan konsep Muhsin Sejati sebagai model integrasi ilmu yang akan dijadikan pedoman di kampusnya. Melalui elaborasi ilmu formal, sosial, alam, agama, humaniora, dan terapan yang menjadi basis, pihaknya ingin mencetak generasi dengan skill masa depan yang berintegritas dan kompetetif.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Adib MAg menambahkan, resources yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati dianggap sudah mumpuni. Dengan 437 dosen, 11.500 mahasiswa, dan luas lahan sekitar 32 hektare, menjadi modal yang besar bagi IAIN untuk proses transformasi menjadi UIN Syekh Nurjati.

Perubahan status menjadi tentu akan memberikan peluang seluas-luasnya bagi UIN Syekh Nurjati untuk membuka konsentrasi selain yang sudah ada. Kira-kira fakultas dan program studi baru apa saja yang akan dibuka? Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, perubahan status akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat, mengingat UIN Syekh Nurjati nanti akan memiliki kampus di tiga daerah yakni Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Tentu, akan hadir beberapa fakultas dan program studi baru yang akan menjawab kebutuhan masyarakat, dengan diferensiasi bakat dan kecenderungan.

“Beberapa fakultas dan program studi baru yang akan diluncurkan berbasis pada bidang keilmuan sains dan teknologi, ilmu sosial humaniora, psikologi dan kesehatan, komunikasi, kelautan dan kehutanan,” beber Saifudin.

Merespons ajuan proposal IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin menyambut baik rencana alih status tersebut. Terlebih, transformasi ini menjadi sangat penting, mengingat laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin genuine.

Bahkan, harapan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, khususnya di Jawa Barat semakin meningkat. Yang tak kalah penting, alih status UIN Syekh Nurjati tidak boleh abai dengan core business PTKI, yakni pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman. Hadirnya program studi umum tidak boleh menggerus eksistensi program studi agama Islam.

Tak hanya persoalan administratif, sambung Kamaruddin, transformasi dari IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati haruslah fokus pada upaya membangun fondasi integrasi keilmuan yang matang dan nondikotomis.

Di tempat yang sama, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI, HM Adib Abdushomad MEd PhD juga mendukung transformasi tersebut. Dalam pandangannya, rencana alih status adalah salahsatu upaya melakukan kerjasama-kerjasama kelembagaan yang berkelanjutan.

Merujuk pada hal itu, kata Adib, sinergitas antara perguruan tinggi dengan industri dan masyarakat harus selalu dikuatkan melalui kolaborasi dan integrasi. Sehingga perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan adaptif dengan perkembangan zaman.

Kasubdit Pengembangan Akademik PTKI, Dr Mamat S Burhanuddin MAg menambahkan, jika telah bertransformasi menjadi UIN, maka desain kurikulum IAIN Syekh Nurjati yang selama ini sudah baik harus dipertahankan dan terbuka dengan kemungkinan perubahan yang dinamis.

“Kami berharap UIN Syekh Nurjati sebagai UIN kedua di Jawa Barat, menjadi pusat pendidikan yang futuristik dan mampu menjadi World Class Islamic University,” pungkasnya. (C+1)

Related Articles