kuping kiri

Setaman LP Maarif NU Ajarkan Toleransi kepada Santri Pontren dan Siswa SMK Abu Mansur

Setaman LP Maarif NU Ajarkan Toleransi kepada Santri Pontren dan Siswa SMK Abu Mansur

Cirebonplus.com (C+) – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Fahmina Institute dan Pondok Pesantren Abu Mansur mengadakan kegiatan Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) di kampus SMK Abu Mansur, Kamis (17/10).

Sementara Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Cirebon, MF Fahrurrozi kepada Suara Cirebon mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mendorong generasi muda dalam memahami  nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian dan kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, Sekolah Cinta Perdamaian ini telah menginjak tahun kedua kerjasama LP Ma’arif PCNU Cirebon dengan Fahmina Institute. Dan sekarang dilaksanakan di kampus SMK Abu Mansur yang mana lembaga ini ada di dalam lingkungan pondok pesantren.

“Saya berharap bahwa pelatihan seperti ini terus dikembangkan. Sehingga memiliki model kegiatan yang lain agar tidak monoton kegiatannya. Dan kegiatan seperti ini terus berlanjut supaya pesan pesan kemanusiaan serta toleransi beragama sampai pada kalangan remaja sebagai tunas harapan bangsa,” ujar Kang Paul.

Sementara itu, Ketua Yayasan Abu Mansur, Mad Qosim mengatakan, Sekolah Cinta Perdamaian adalah program yang mempromosikan toleransi. Di mana rasa toleransi ini butuh ditanamkan bagi masyarakat yang majemuk. Sehingga tercipta kedamaian, kebersamaan dan saling menghargai antarumat beragama.

Sekolah Cinta Perdamaian yang digelar oleh LP Ma’arif NU ini diikuti siswa siswi SMU dan SMP yang ada di Kecamatan Weru dan Plered serta para santri Pontren Abu Mansur.

Pihaknya sangat mengapresiasi ini. Dengan adanya Sekolah Cinta Perdamaian, nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian dapat disampaikan kepada anak-anak remaja. Sehingga mereka mampu berbaur di masyarakat yang majemuk. Begitu juga dengan masalah kenakalan remaja, program ini bisa menjadi bagian dari solusi. 

“Sehingga masalah tawuran anak sekolah bisa diatasi. Dan saya berharap sekolah perdamaian bisa berkelanjutan sehingga nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian bisa disampaikan pada seluruh remaja,” sambungnya. (Khayas)

Related posts