Home Nusantara Setelah Keris Diponegoro, Belanda Kembalikan 2 Pusaka Perang Puputan

Setelah Keris Diponegoro, Belanda Kembalikan 2 Pusaka Perang Puputan

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Belanda sepertinya ingin menebus “dosa-dosa” masa lalunya. Satu per satu pusaka karya empu Indonesia ratusan tahun lalu dikembalikan.

Bila sebelumnya, keris yang diyakini milik Pangeran Diponegoro dikembalikan, kali ini giliran beberapa pusaka era Perang Puputan, Klungkung, Bali. Dua pusaka berupa tombak dan keris yang diperkirakan dibuat sebelum Perang Puputan dikembalikan oleh Yayasan Westerleker, Belanda.

Serah terima pusaka dilakukan bertepatan di Hari Puputan Klungkung yang ke-112 dan juga Hari Ulang Tahun Kota Semarapura yang ke-28, Selasa (28/4/2020) dari Ketua Yayasan Westerleker Rodney kepada Ketua Yayasan Ida Dalem Semaraputra. Rencananya, dua pusaka itu akan dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan, 112 tahun yang lalu terjadi peristiwa yang heroik dan diperingati setiap setahun sebagai Hari Puputan. Perayaan selalu dilakukan dengan nuansa-nuansa untuk meneladani apa yang sudah leluhur lakukan, terutama Ida Dewa Agung.

Sementara itu, guna memastikan tahun pembuatan dan pemiliknya, Pemkab Klungkung akan bekerjasama dengan para peneliti. Hal itu dilakukan dalam rangka memperkaya literatur sebagai pendidikan bagi para generasi mendatang.

Ketua Yayasan Ida Dalem Semaraputra menambahkan, pengembalian pusaka diyakini dapat menghapus sejarah masa lalu yang kelam. Sehingga, dapat terbangun rasa perdamaian agar semakin erat dan kokoh antara Belanda dengan Indonesia.

Diberitakan merdeka.com, Ketua Yayasan Westerleker Rodney menyampaikan, tombak dan keris ini sebelumnya disimpan oleh kolektor di Belanda. Diperkirakan kedua pusaka dibuat sebelum perang Puputan Klungkung. Usai Perang Puputan, benda-benda tersebut dibawa oleh penjajah ke Belanda. (Dewo)

Ilustrasi Perang Puputan: Internet

Related Articles