Home Headline Tahun Ini Ditunda, Satori: Pelaksanaan Haji 2021 Harus Jauh Lebih Baik

Tahun Ini Ditunda, Satori: Pelaksanaan Haji 2021 Harus Jauh Lebih Baik

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Cirebon menggelar pertemuan dengan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) VIII Cirebon-Indramayu, H Satori SPdI MM. Kegiatan ini juga menghadirkan konstituen dalam agenda reses yang berlangsung di Sekretariat DPD Partai Nasdem di Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/7/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, jajaran pengurus DPD  dan DPC se-Kabupaten Cirebon, para anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Nasdem antara lain Hermanto, Tati Suhaeti, dan Munawir. Kegiatan tersebut diisi dengan serap aspirasi dan dialog tentang berbagai hal, di antaranya adalah beberapa kebijakan dari lembaga mitra kerja H Satori seperti masalah haji yang dikelola Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Menurut Satori, di antara dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang menyedot perhatian masyarakat adalah penundaan ibadah haji tahun pemberangkatan 2020 yang dialihkan ke tahun 2021. Pihaknya berharap masyarakat memahami penundaan tersebut.

“Pada tahun ini keberangkatan haji ditunda berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji. Alasannya masih sekitar soal pandemi Covid-19,” ujar pria yang juga ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang ada di Kabupaten Cirebon.

Dengan penundaan itu anggota Komisi VIII DPR RI itu berharap, persiapan haji untuk tahun pemberangkatan 2021 jauh lebih baik dan semakin matang mulai dari persiapan pemberangkatan, pemantauan pelaksanaan, hingga berbagai pelayanan haji lainnya. Yang tak kalah penting adalah evaluasi secara terus menerus agar pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Saya di Komisi VIII DPR RI meminta  petugas haji untuk makin mematangkan persiapan keberangkatan, memantau pada saat pelaksanaan, dan yang tak kalah penting adalah evaluasi pasca pelaksanaan ibadah haji,” papar Satori. 

Dalam berbagai kesempatan serap aspirasi, Satori mengaku mendapatkan masukan tentang ibadah haji, baik soal pembatalan pemberangkatan maupun masalah teknis lainnya yang selama terjadi. Beberapa aspirasi di antaranya soal biaya pelunasan haji, pengganti calon haji yang meninggal, daftar tunggu, dan lain sebagainya.

“Saya mengimbau Kementerian Agama agar biaya pelunasan haji dikembalikan. Saya juga mengusulkan kepada Kemenag kalau ada suami istri yang harus berangkat haji, jika salahsatunya wafat sebelum bisa melunasi, maka bisa diganti ahli warisnya,” ungkap Satori. 

Dikatakan, soal pendaftaran haji memang hingga saat ini masih dibuka, tetapi pendaftar harus menunggu dalam waktu yang lama. Tak hanya satu atau dua tahun tapi hingga 18 sampai 20 tahun lagi baru bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. 

“Ada program haji muda yaitu usia 12 tahun sudah mendaftar haji, berangkatnya nanti di usia 37 tahun. Waiting list-nya bisa sampai 25 tahun,” kata dia. (C+/06)

Related Articles